Showing posts with label Ternak Alternatif. Show all posts
Showing posts with label Ternak Alternatif. Show all posts

Thursday, July 9, 2015

Teknis Dan Cara Budidaya Cacing Tanah



Cara Memelihara Cacing Tanah, Media Pemeliharaan, Bibit Cacing Sampai Panen
Budidaya cacing tanah dikala ini sudah mulai banyak dilakukan oleh para peternak sapi sebagai perjuangan sampingan yang cukup menjanjikan. Mengapa peternak? Karena peternak mempunyai stok media pemeliharaan cacing yang tidak terbatas yang berupa kotoran sapi maupun kompos.

Ada sekitar 4500 spesies cacing di dunia, sekitar 2700 di antaranya yaitu spesies cacing tanah. Ada dua tipe spesies cacing tanah menurut sikap hidupnya, yaitu earthmovers dan composters (pembuat kompos).

Earthmovers yaitu spesies soliter (penyendiri) yang hidup di dalam tanah dengan menciptakan terowongan berongga di dalam tanah (rongga-rongga ini akan terisi udara dan oksigen yang baik untuk akar tanaman). Mereka hidup dari memakan bakteri, fungi, dan algae pada tanah dan memperlihatkan nutrisi melalui kotoran mereka ke tanah pada level akar yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Sedangkan Composters yaitu spesies yang hidup secara massal dalam tumpukan organik di permukaan tanah. Mereka mengkonsumsi bakteri, fungi, dan algae yang ada pada dedaunan mati dan materi organik lainnya dan mengubahnya menjadi humus.

Spesies cacing tanah yang biasa dikomersilkan antara lain Eisenia foetida, Lumbricus rubellus, Lumbricus hortensis, Lumbricus terristris, Eudrilus engeniae, Eisenia andrei, dan Perionyx excavatus. Cacing harimau (Eisenia foetida) dan cacing merah (Rubellus lumbricus) merupakan cacing tanah jenis Composters.

Jika anda tertarik untuk mencoba beternak cacing maka anda sanggup mengikuti petunjuk simpel memelihara cacing dibawah ini.

Persiapan Pemeliharaan Cacing, Persyaratan Lokasi atau Media Cacing Tanah 


lahan cacing tanah vermicultureworms.com

Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung materi organik dalam jumlah yang besar.
Bahan-bahan organik tanah sanggup berasal dari serasah (daun yang gugur), kotoran ternak atau tumbuhan dan binatang yang mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang gampang membusuk alasannya lebih gampang dicerna oleh tubuhnya.

Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam hingga netral atau ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, basil dalam badan cacing tanah sanggup bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.

Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah yaitu antara 15-30 %.
Suhu yang diharapkan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon yaitu sekitar 15–25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban optimal.

Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan supaya gampang penanganan dan pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, contohnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.

Pedoman Teknis Budidaya Cacing Tanah

budidaya cacing kaskus.co.id

1) Penyiapan Sarana dan Peralatan
Pembuatan sangkar sebaiknya memakai bahan-bahan yang murah dan gampang didapat menyerupai bambu, rumbia, papan bekas, ijuk dan genteng tanah liat.

Salah satu tumpuan sangkar permanen untuk peternakan skala besar yaitu yang berukuran 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m. Didalamnya dibentuk rak-rak bertingkat sebagai daerah wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan sangkar sanggup pula tanpa dinding (bangunan terbuka). Model-model sistem budidaya, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar.

2) Pembibitan

Persiapan yang diharapkan dalam pembudidayaan cacing tanah yaitu meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan sangkar cacing dan sangkar pelindung.

Pemilihan Bibit Calon Induk

Sebaiknya dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yang sudah ada alasannya diharapkan dalam jumlah yang besar. Namun bila akan dimulai dari skala kecil sanggup pula digunakan bibit cacing tanah dari alam, yaitu dari tumpukan sampah yang membusuk atau dari daerah pembuangan kotoran hewan.

Pemeliharaan Bibit Calon Induk

Pemeliharaan sanggup dibagi menjadi beberapa cara:
  • Pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai daerah yang digunakan. Cacing tanah sanggup dipilih yang muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m dan lebar kurang lebih 1 m, sanggup ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.
  • Pemeliharaan dimulai dengan jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke kolam lain.
  • Pemeliharaan kombinasi cara 1 dan 2.
  • Pemeliharaan khusus kokon hingga anak, sehabis cerdik balig cukup akal di pindah ke kolam lain.
  • Pemeliharaan khusus cacing cerdik balig cukup akal sebagai bibit.

Sistem Pemuliabiakan

Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman sanggup segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yang ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, gres bibit cacing yang lain dimasukkan.

Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah dan media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media.

Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dengan yang baru. Perbaikan sanggup dilakukan dengan cara disiram dengan air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).

Reproduksi, Perkawinan

Cacing tanah termasuk binatang hermaprodit, yaitu mempunyai alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak sanggup dilakukannya sendiri. Dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yang berisi telur-telur.

Kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 angkuh korek api. Kokon ini diletakkan di daerah yang lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor.
Diperkirakan 100 ekor cacing sanggup menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai cerdik balig cukup akal sehabis berumur 2-3 bulan yang ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada badan potongan depan. Selama 7-10 hari sehabis perkawinan cacing cerdik balig cukup akal akan dihasilkan 1 kokon.

3) Pemeliharaan

Pemberian Pakan

Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yang ditanam. Apabila yang ditanam 1 Kg, maka pakan yang harus diberikan juga harus 1 Kg. Secara umum pakan cacing tanah yaitu berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yang hanya digunakan sebagai media.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pinjaman pakan pada cacing tanah, antara lain :
  • Pakan yang diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur dengan cara diblender.
  • Bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dari peti wadah tidak ditaburi pakan.
  • Pakan ditutup dengan plastik, karung , atau materi lain yang tidak tembus cahaya.
  • Pemberian pakan berikutnya, apabila masih tersisa pakan terdahulu, harus diaduk dan jumlah pakan yang diberikan dikurangi.
  • Bubur pakan yang akan diberikan pada cacing tanah mempunyai perbandingan air 1:1.
  • Cacing tanah akan makan apa saja yang bersifat organik yang sanggup diuraikan dan harus lembab. Cacing tanah tidak sanggup makan kuliner kering. Makanan dicerna dalam ampela, yang bertindak menyerupai gigi untuk menggiling makanan. Usus memecahnya lebih lanjut dan keluar sebagai kotoran (castings) yang sangat bermanfaat bagi tanaman.

Berikut yaitu beberapa jenis pakan atau kuliner kesukaan cacing tanah:
  • Kardus atau koran yang sudah disobek-sobek dan dilembabkan
  • Dedaunan mati
  • Kulit telur hancur
  • Sabut kelapa
  • Potongan sayur
  • Sisa kupasan kulit kentang, apel, pisang dan kulit sayuran/buah lain
Sebelum diberikan ke cacing tanah, kuliner sanggup dipotong, diparut, atau diblender. Semakin kecil potongan makanan, akan semakin gampang dicerna oleh cacing. Pemberian makan sebaiknya paling sedikit tiga hari sekali.

Benda yang dihentikan berada dalam media pemeliharaan cacing:
  • Benda yang tidak sanggup diuraikan menyerupai plastik, kaca, karet, tulang dan juga materi kimia menyerupai sabun dan obat-obatan.
  • Cacing tidak menyukai kuliner asam menyerupai jeruk, lemon dan tomat.
  • Makanan berbau tajam menyerupai bawang merah, bawang putih, dan kulit jeruk menciptakan cacing tidak nyaman dan secara naluriah akan menjauhi sumber bau.
  • Makanan menyerupai sisa daging, kuliner berminyak dan produk susu juga tidak sebaiknya diberikan ke cacing alasannya akan cepat bacin dan sanggup mengundang binatang lain menyerupai semut, tikus dan lalat yang sanggup mengganggu perkembangan cacing.
  • Makanan lain yang membahayakan cacing antara lain cabai, garam, gula, dan kotoran binatang segar yang belum terfermentasi (mengandung basil berbahaya menyerupai staphylococcus dan streptococcus yang sanggup membunuh cacing).
Penggantian Media

Media yang sudah menjadi tanah/kascing atau yang telah banyak telur (kokon) harus diganti. Supaya cacing cepat berkembang, maka telur, anak dan induk dipisahkan dan ditumbuhkan pada media baru. Rata-rata penggantian media dilakukan dalam jangka waktu 2 Minggu.

Proses Kelahiran

Bahan untuk media pembuatan sarang adalah: kotoran hewan, dedaunan/ Buah-buahan, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas koran/ kardus/ kayu lapuk/ bubur kayu.

Bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 Cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air kemudian diaduk kembali. Bahan gabungan dan kotaran ternak dijadikan satu dengan persentase perbandingan 70:30 ditambah air secukupnya supaya tetap basah.

Hama dan Penyakit Cacing Tanah

Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas dari pengendalian terhadap hama dan musuh cacing tanah. Beberapa hama dan musuh cacing tanah antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu dan lain-lain.

Musuh yang juga ditakuti yaitu semut merah yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diharapkan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan serangan semut merah dilakukan dengan cara disekitar wadah pemeliharaan (dirambang) diberi
air cukup.

Panen Cacing Tanah

panen cacing infousaha87.blogspot.com

Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil terpenting (utama) yang sanggup diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (bekas cacing). Panen cacing sanggup dilakukan dengan banyak sekali cara salah satunya yaitu dengan mengunakan alat penerangan menyerupai lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di potongan atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya.

Ada cara panen yang lebih hemat dengan membalikan sarang. Dibalik sarang yang gelap ini cacing biasanya berkumpul dan cacing gampang terkumpul, kemudian sarang dibalik kembali dan pisahkan cacing yang tertinggal.

Jika pada dikala panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pada wadah semula dan diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas. Dan cacing tanah sanggup diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang gres dan kascingnya siap di panen.

Sumber: warintek.ristekdikti.go.id dan sumber lainnya

Jenis-Jenis Cacing Yang Dapat Dipelihara Dan Dibudidayakan


Macam-macam Jenis Cacing Yang Cocok Untuk Usaha Peternakan
Cacing tanah ialah cacing berbentuk tabung dan tersegmentasi dalam filum Annelida. Mereka umumnya ditemukan hidup di tanah, memakan materi organik hidup dan mati. Sistem pencernaan berjalan melalui panjang tubuhnya. Mengutip dari situs Wikipedia, nama ilmiah cacing tanah adalah: Lumbricina
Sepasang cacing tanah cendekia balig cukup akal sanggup berkembang biak sampai menghasilkan 1500 ekor cacing dalam satu tahun. Populasi cacing tanah mengalami peningkatan sampai 100% setiap 4-6 bulan. Cacing tanah akan membatasi perkembangbiakan mereka semoga sesuai dengan kuliner yang tersedia dan ukuran daerah hidup mereka.


Cacing tanah kawin

Cacing tanah ialah binatang hermafrodit (organ kelamin jantan & betina di dalam satu individu). Meskipun hermafrodit, cacing tanah tidak bisa melaksanakan reproduksi sendirian alasannya ialah tidak bisa menyatukan organ kelamin jantan dan organ kelamin betina mereka sendiri. Cacing tanah akan aktif untuk bereproduksi pada keadaan hangat dan lembab. 


Kepompong cacing tanah

Cacing tanah cendekia balig cukup akal sanggup kawin kira-kira sekali setiap 10 hari, dan dari perkawinan itu, sanggup menghasilkan satu atau dua kepompong. Satu kepompong sanggup menampung sampai 10 telur, namun biasanya hanya 4 cacing muda yang akan menetas.

Telur cacing tanah sanggup menetas sehabis 3 ahad kalau cuaca hangat, namun bisa mencapai 3 bulan kalau cuaca dingin. Saat anak cacing tanah siap keluar, kepompong berubah warna menjadi kemerahan dan berukuran sebesar biji anggur. Anak cacing tanah yang gres menetas berukuran sekitar 1.2 cm, tanpa organ reproduksi, berwarna keputihan dengan semburat merah muda yang memperlihatkan pembuluh darah mereka.

Cacing tanah akan mulai matang secara seksual ketika clitellum terbentuk dengan tepat (usia 10-55 minggu, tergantung spesies). Pertumbuhan berat badan cacing tanah akan melambat sehabis melewati tahap ini.

Sebagian cacing tanah akan mati pada tahun yang sama ketika mereka dilahirkan. Sementara yang lain sanggup hidup sampai usia 5 tahun atau lebih. Cacing bau tanah ditandai dengan penggalan ekor agak pipih dan warna kuning pada ekor sudah mencapai punggung. Bila cacing tanah masih produktif, warna kuning masih ada di ujung ekor.

Berikut Beberapa Jenis Cacing Tanah Yang Bisa Diternak / Dibudidayakan

Jenis Cacing Tanah Eisenia fetida
Ukuran badan cacing ini berkisar antara 7-8 cm dan berwarna coklat kemerahan dengan segmen berwarna cerah sehingga biasa disebut cacing Tiger atau cacing merah. Tubuhnya berbentuk silindris dan gerakannya lamban. Cacing ini biasanya ditemukan pada tumpukan materi organik, sampah rumah tangga, atau di bawah batang pisang yang membusuk. Cacing ini juga termasuk dalam cacing budidaya dari Eropa yang cukup populer alasannya ialah ketahanannya hidup di temperatur 18 - 27°C.

Jenis Cacing Tanah Lumbricus rubellus
Lumbricus rubellus atau cacing ekor kuning merupakan jenis cacing asal Eropa yang paling banyak dibudidayakan dan biasa dipakai dalam industri farmasi, kosmetik, pakan hewan, serta konsumsi bagi manusia. Cacing yang biasa hidup di atas permukaan tanah ini mempunyai ukuran badan yang kecil dengan panjang 8 - 14 cm. Warna badan pada penggalan punggung berwarna cokelat cerah sampai ungu kemerahan, perut berwarna krem, serta ekor kekuningan. Bentuk badan membulat dengan panjang agak memipih. Gerakannya lamban dan mempunyai kadar air dalam badan sekitar 70-78%.

Jenis Cacing Eudrilus eugeniae
Cacing yang disebut African Nightcrawler ini biasa dibudidayakan untuk diambil kascingnya. Cacing yang berwarna merah keunguan ini hanya sanggup hidup di temperatur 24-30°C namun mempunyai kemampuan reproduksi yang tinggi. Cacing African Nightcrawler mempunyai ukuran badan lebih besar dari cacing ekor kuning dan bisa mencapai panjang 20 cm.

Jenis Cacing Tanah Perionyx exavatus
Cacing ini merupakan cacing lokal yang bentuknya menyerupai kalung sehingga biasa disebut cacing kalung. Ukuran tubuhnya relatif lebih besar dibandingka dengan jenis cacing tanah lainnya. Bentuk tubuhnya membulat, berwarna coklat keunguan, dan sedikit kelabu. Cacing ini biasa hidup di sekitar kotoran ternak dan di bawah batang pisang yang membusuk.

Jenis Cacing Tanah Pheretima sp.
Cacing lokal yang mempunyai warna badan kuning kecoklatan, gerakannya lamban, dan melingkar kalau tubuhnya disentuh ini biasa disebut cacing koot. Ukuran badan cacing ini sedikit lebih pendek dari cacing kalung. Cacing ini biasanya dipakai sebagai umpan pancing.

Jenis Metaphire Longa
Cacing ini mempunyai warna badan berwarna hitam dan mempunyai segmen faktual menyerupai sisik. Ukuran tubuhnya lebih besar kalau dibandingkan dengan jenis cacing lokal lainnya dan bisa mencapai panjang 1,5 meter. Cacing yang biasa disebut cacing sondari ini seringkali terlihat menaiki batang pohon pada malam hari dan mengeluarkan bunyi lengkingan.

Jenis Cacing Tubifex sp.
Cacing sutera mempunyai badan yang kecil, lunak, dan lembut menyerupai sutra. Cacing ini berukuran sekitar 1-2cm dan bahagia hidup berkelompok. Cacing sutera sanggup ditemukan pada terusan air atau kubangan air berlumpur yang bergerak perlahan. Cacing sutera biasa dipakai untuk pakan ikan hias atau bibit ikan alasannya ialah kandungan proteinnya yang tinggi.

Sekilas Tentang Cacing Tanah

Budidaya cacing tanah ialah salah satu cara yang sanggup kita lakukan untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik. Manfaat cacing tanah :
  • Cacing tanah sanggup membantu mengolah sampah dapur menjadi kompos yang baik untuk tumbuhan. Cacing tanah bisa mengubah materi organik yang dimakan menjadi kotoran (castings) dan urine (worm tea). Kandungan urea dalam urine cacing ialah pupuk alami yang baik. Terlebih kotoran cacing mengandung nitrogen, fosfor, magnesium, potasium, dan kalsium yang penting untuk pertumbuhan tanaman.
  • Tubuh cacing tanah yang terdiri atas 70% protein ialah sumber kuliner bergizi tinggi bagi binatang ternak dan peliharaan menyerupai ayam, bebek, ikan, sidat, dan burung.
  • Kegiatan menggali yang dilakukan cacing tanah bisa membuat sistem drainase alami, meningkatkan jumlah udara dan air dalam tanah sehingga tanah menjadi lebih gembur dan baik untuk ditanami semua jenis tanaman.
Ada sekitar 4500 spesies cacing di dunia, sekitar 2700 di antaranya ialah spesies cacing tanah. Ada dua tipe spesies cacing tanah menurut sikap hidupnya, yaitu earthmovers dan composters (pembuat kompos).

Earthmovers ialah spesies soliter (penyendiri) yang hidup di dalam tanah dengan membuat terowongan berongga di dalam tanah (rongga-rongga ini akan terisi udara dan oksigen yang baik untuk akar tanaman). Mereka hidup dari memakan bakteri, fungi, dan algae pada tanah dan menawarkan nutrisi melalui kotoran mereka ke tanah pada level akar yang sangat diharapkan oleh tanaman.

Sedangkan Composters ialah spesies yang hidup secara massal dalam tumpukan organik di permukaan tanah. Mereka mengkonsumsi bakteri, fungi, dan algae yang ada pada dedaunan mati dan materi organik lainnya dan mengubahnya menjadi humus.

Spesies cacing tanah yang biasa dikomersilkan antara lain Eisenia foetida, Lumbricus rubellus, Lumbricus hortensis, Lumbricus terristris, Eudrilus engeniae, Eisenia andrei, dan Perionyx excavatus. Cacing harimau (Eisenia foetida) dan cacing merah (Rubellus lumbricus) merupakan cacing tanah jenis Composters.


Cacing harimau (Eisenia foetida)

Cacing harimau mempunyai garis-garis merah dan kuning pada tubuhnya dan lebih sering menggeliat (meronta) keras ketika berada di tangan manusia.


Cacing merah (Lumbricus rubellus)

Cacing merah lebih menentukan tinggal di atas permukaan tanah, di bawah kayu lapuk, dedaunan kering dan sampah organik lainnya.

Tubuh cacing tanah sebagian besar terdiri dari air dan tersusun atas segmen-segmen (sekitar 95 segmen) yang sanggup menyusut dan meregang untuk membantu cacing bergerak di dalam tanah. Cacing tanah tidak mempunyai tulang, gigi, mata, indera pendengaran atau kaki. Cacing tanah mempunyai lima jantung.

Cacing tanah mempunyai organ perasa yang sensitif terhadap cahaya dan sentuhan (reseptor sel) untuk membedakan perbedaan intensitas cahaya dan mencicipi getaran di dalam tanah. Selain itu, mereka juga mempunyai kemoreseptor khusus yang bereaksi terhadap rangsangan kimia. Organ-organ perasa pada cacing tanah terletak di penggalan anterior (depan/muka).

Anatomi cacing tanah

Kepala cacing tanah terletak pada penggalan yang paling erat dengan clitellum. Mereka biasanya bergerak searah penggalan kepala menghadap ketika berpindah tempat.

Clitellum ialah segmen pada cacing tanah (mirip korset) daerah kelenjar sel. Fungsinya untuk membentuk kokon (kepompong) dari sekresi lendir dimana sel-sel telur akan diletakkan nantinya di dalam kokon ini. Selama periode kekeringan, beberapa spesies cacing tanah akan kehilangan ciri-ciri seksual sekunder untuk sementara, menyerupai hilangnya clitellum. Saat keadaan membaik, clitellum akan terbentuk kembali. Clitellum juga bisa menghilang pada usia tua.

Cacing tanah bernapas dengan kulit mereka yang tipis. Kulit cacing harus tetap lembab sepanjang waktu untuk memungkinkan untuk menghirup oksigen yang sangat dibutuhkan. Oksigen yang masuk lewat kulit akan diikat oleh hemoglobin dalam darah dan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Jika kulit mereka mengering, cacing tanah akan mati lemas. Kulit cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya matahari pribadi ataupun suhu panas yang sanggup membuat kulit mereka kering.

Cacing tanah ialah binatang berdarah hambar (poikiloterm), mereka tidak bisa menghasilkan panas tubuh. Suhu badan mereka dipengaruhi oleh suhu lingkungan.

Dalam kondisi tepat, cacing tanah sanggup makan sebanyak berat badan mereka per harinya. Sebagai contoh, 1 kg cacing tanah sanggup makan 1 kg kuliner setiap hari. Namun disarankan untuk menawarkan kuliner setengah dari berat badan cacing di awal pemeliharaan untuk selanjutnya diubahsuaikan dengan kemampuan makan cacing. Jika kuliner terlalu banyak, daerah pemeliharaan akan menjadi busuk alasannya ialah cacing tidak sanggup memproses semua kuliner sebelum kuliner membusuk. Terlalu sedikit, cacing akan kelaparan.

Kotoran cacing tanah

Cacing tanah akan makan apa saja yang bersifat organik yang sanggup diuraikan dan harus lembab. Cacing tanah tidak bisa makan kuliner kering. Makanan dicerna dalam ampela, yang bertindak menyerupai gigi untuk menggiling makanan. Usus memecahnya lebih lanjut dan keluar sebagai kotoran (castings) yang sangat bermanfaat bagi tanaman.

Berikut ialah kuliner kesukaan cacing tanah:
  • Kardus atau koran yang sudah disobek-sobek dan dilembabkan
  • Dedaunan mati
  • Kulit telur hancur
  • Sabut kelapa
  • Potongan sayur
  • Sisa kupasan kulit kentang, apel, pisang dan kulit sayuran/buah lain
Sebelum diberikan ke cacing tanah, kuliner sanggup dipotong, diparut, atau diblender. Semakin kecil potongan makanan, akan semakin gampang dicerna oleh cacing. Pemberian makan sebaiknya paling sedikit tiga hari sekali.

Benda yang dihentikan berada dalam media pemeliharaan cacing:
  • Benda yang tidak sanggup diuraikan menyerupai plastik, kaca, karet, tulang dan juga materi kimia menyerupai sabun dan obat-obatan.
  • Cacing tidak menyukai kuliner asam menyerupai jeruk, lemon dan tomat.
  • Makanan berbau tajam menyerupai bawang merah, bawang putih, dan kulit jeruk membuat cacing tidak nyaman dan secara naluriah akan menjauhi sumber bau.
  • Makanan menyerupai sisa daging, kuliner berminyak dan produk susu juga tidak sebaiknya diberikan ke cacing alasannya ialah akan cepat busuk dan sanggup mengundang binatang lain menyerupai semut, tikus dan lalat yang sanggup mengganggu perkembangan cacing.
  • Makanan lain yang membahayakan cacing antara lain cabai, garam, gula, dan kotoran binatang segar yang belum terfermentasi (mengandung basil berbahaya menyerupai staphylococcus dan streptococcus yang sanggup membunuh cacing).

Jenis-Jenis Ternak Unta Dan Keunggulannya

Ternak Unta, Binatang gurung yang tahan panas dan terpelajar menyimpan air
Onta atau Unta merupakan spesies dari genus Camelus. Onta sendiri ada 2 jenis yaitu Onta berpunuk satu (Camelus dromedarius), dan Onta berpunuk dua (Camelus bactrianus) dimana keduanya hidup di daerah beriklim kering dan gurun di Asia dan Afrika Utara. Unta dipakai dalam perang selama berabad-abad. Mereka dipakai dalam ribuan peperangan di Arab dan Kekaisaran Romawi. Unta juga dilatih untuk membawa perbekalan tentara selama Perang Dunia I
Meski mempunyai indera pendengaran berukuran kecil, tetapi unta mempunyai pendengaran yang sangat baik. Mereka juga populer sanggup minum hingga 7 galon dalam sehari.
Onta berpunuk satu hidup di wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah. Sedangkan ONta berpunuk dua hidup di wilayah Australia, Mongolia, dan wilayah Gurun Gobi Cina. Di Australia populasi Onta semakin menurun sesudah adanya pembantaian onta yang dituduh sebagai penyumbang gas rumah beling dan penyebab pemanasan global.
Unta atau Onta ialah dua spesies binatang berkuku belah dari genus Camelus yang hidup ditemukan di wilayah kering dan gurun di Asia dan Afrika Utara. Rata-rata umur cita-cita hidup unta ialah antara 30 hingga 50 tahun. Menurut Wikipedia, Nama ilmiah unta adalah: Camelus
Onta mempunyai bentuk kaki yang unik yang cocok untuk berjalan di pasir tanpa tenggelam, meski tubuhnya besar dan membawa beban yang berat. Masing-masing kaki mempunyai dua jari kaki besar untuk memperluas permukaan. Tinggi onta bisa mencapai 7 kaki dengan ebrat tubuh mencapai 750 kg.

Onta pertama kali dijinakkan oleh insan sekitar 5000 tahun yang kemudian untuk dipakai sebagai binatang pekerja, diperah susunya, atau dimakan dagingnya. Onta sanggup hidup hingga usia 30 hingga 50 tahun.
Unta Arab (dromedaris) hidup di daerah afrika utara dan timur tengah serta anak benua India. Jumlahnya dikala ini sekitar 14 juta ekor. Di afrika utara, unta arab sangat berperan bagi sebagian negara, ibarat Somalia dan Ethiopia. Di sana unta dimanfaatkan susunya.
Unta baktrian hidup dikawasan Gurun Gobi di Tiongkok, Mongolia dan Australia. Unta bactrian dikala ini jumlahnya menurun sekitar 1.4 juta yang disebabkan banyak sekali faktor, salah satunya pembunuhan massal unta di Australia. Unta di dianggap menjadi penyumbang gas rumah beling dan dianggap menjadi biang kerok terjadinya global warming.
Onta yang hidup di daerah keras dan kering mempunyai beberapa kemampuan bertahan hidup yang luar biasa. Mereka sanggup terus hidup meski tidak makan dan minum selama berhari-hari. Hal ini dikarenakan onta bisa menyimpan cadangan lemak khusus yang sangat banyak di punuknya. Lemak tersebut suatu dikala bisa diubah menjadi air dengan derma oksigen. Satu gram air sanggup dihasilkan dari sau gram lemak di punuk onta.

Kemampuan pembiasaan lainnya yang luar biasa adalah, sistem respirasinya meninggalkan sedikit sekali jejak uap air. uap air yang keluar dari paru-paru diserap kembali oleh tubuhnya melalui sel khusus yang terdapat di hidung cuilan dalam, membentuk kristal dan suatu dikala sanggup diambil.

Mereka juga bisa hidup di padang pasir yang sangat panas (hingga 41 derajat celcius) di siang hari dan cuek di malam hari. Pada suhu yang lebih dari 41 derajat celcius, onta akan mulai berkeringat. Namun proses berkeringat tersebut hanya terjadi pada kulitnya saja. Keunikan tersebut menciptakan mereka bisa menghemat cadangan air yang cukup banyak.

Kebanyakan makhluk hidup hanya bisa bertahan hidup hingga kehilangan massa 3%-4%, kalau lebih dari itu maka darahnya akan mengental dan mengakibatkan gagal jantung, dan mati. Namun lain dengan onta, mereka bisa bertahan hingga kehilangan massa sebanyak 20%-25% dari tubuhnya.

Sel darah onta berbentuk lingkaran tidak oval ibarat makhluk hidup lainnya. Sehingga darah onta tidak akan mengental pada kondisi yang kalau menimpa makhluk hidup lain maka darah mereka akan mengental. Berkat bentuk sel darah mereka yang berbeda ini pula, onta mempunyai sistem kekebalan tubuh yang unik juga.

Onta mempunyai usus dan ginjal yang sangat efisien dalam menyerap air dalam makanan. Sehingga urin mereka sangat kental, dan kotoran mereka snagat kering. Bahkan kotoran onta yang gres keluarpun akan menyala kalo dibakar.

Keistimewaan lain yang dimiliki oleh onta adalah, susu mereka jauh lebih bernutrisi dibandingkan dengan susu sapi.Onta ialah binatang herbivora. Makanan mereka ialah kurma, daun, gandum, daun, dan bahkan duri pun bisa dimakannya. Onta sanggup membawa beban hingga seberat 500 kg.

Unta juga mempunyai bulu mata yang tebal untuk melindungi mata mereka dikala melintas gurun pasir, atau dikala terjadi topan pasir. Onta juga sanggup menutup lubang hidung dan bibirnya untuk mencegah semoga pasir tidak masuk.

Fakta Menarik ihwal Ternak Unta
  • Unta remaja bisa mencapai tinggi 1,8-2 meter dengan berat 800 kg serta sanggup hidup hingga 50 tahun.
  • Masa kehamilan berlangsung antara 11-12 bulan dengan unta yang gres lahir tidak mempunyai punuk.
  • Unta mempunyai dasar kaki lunak dan mempunyai dua jari pada setiap kaki. Mereka ialah mamalia berkuku.
    Kaki unta mempunyai alas berangasan sehingga memungkinkan mereka untuk berjalan di atas pasir tanpa tenggelam.
    Untuk ukuran binatang sebesar ini, unta mempunyai sepasang indera pendengaran yang kecil, tapi tetap punya pendengaran yang baik.
  • Mata unta dilengkapi dengan dua baris bulu mata lebat untuk melindungi mata dari pasir.
    Unta sanggup menutup lubang hidung, telinga, dan lisan selama topan pasir untuk mencegah partikel pasir memasuki tubuh!
    Hidung unta mempunyai kemampuan unik untuk menjebak uap air dan mengembalikan ke tubuh sehingga mencegah hilangnya air akhir respirasi.
    Unta ialah herbivora dengan kuliner terdiri dari rumput, gandum, dan kurma.
  • Dilengkapi dengan lisan dan pengecap yang kuat, unta sanggup dengan gampang mengunyah tanaman gurun berduri.
    Bibir unta mempunyai belahan unik yang membantunya dikala merumput.
    Seekor unta sanggup memakan tanaman hijau dan memanfaatkan kandungan airnya tanpa perlu minum air lagi.
    Tetapi pada dikala yang sama, unta juga bisa mengonsumsi hingga 150 liter air sekali minum.
    Unta mengonsumsi kuliner tinggi garam, dan bahkan sanggup minum air yang sangat asin.
    Unta peliharaan kadang kala makan potongan garam sehingga tubuh mereka mendapat jumlah garam yang diperlukan.
  • Unta ialah ruminansia atau binatang memamah biak. Perut mereka dibagi menjadi empat ruang.
    Bulu unta yang mempunyai warna krem ​​sampai coklat, mempunyai kemampuan memantulkan sinar matahari sehingga melindunginya dari terik padang pasir.
    Unta ialah satu-satunya mamalia yang mempunyai sel darah merah dengan bentuk berbeda.
    Dibandingkan dengan mamalia lain, unta mempunyai sel berbentuk oval.
    Bentuk sel ibarat ini memungkinkan unta bisa minum sejumlah besar air tanpa takut sel darah akan membelah lantaran kadar air berlebih.
  • Bentuk oval juga membantu sel-sel tetap bergerak dan mengalir dikala mengalami dehidrasi.
    Meskipun unta sanggup mengalami dehidrasi, darah mereka mempunyai kemampuan menahan air dan tetap terhidrasi.
    Tidak ibarat binatang lainnya di mana kehilangan 15% air sanggup mengakibatkan kematian, unta sanggup menahan hilangnya cairan melalui keringat sebanyak 25% -40%.
    Organ tubuh internal unta berkembang dengan baik untuk membantu mereka bertahan hidup di iklim panas dan tanpa air.
  • Ginjal dan usus unta sanggup menahan sejumlah besar air. Urin unta amat kental ibarat sirup dan kotoran mereka begitu kering sehingga dipakai sebagai materi bakar oleh orang-orang yang tinggal di gurun.
    Unta memuntahkan sebagian kuliner yang belum dicerna dikala terancam atau merasa terganggu.
  • Hewan ini mempunyai kaki yang sangat panjang yang membantu menjaga tubuh mereka tetap berada pada ketinggian di atas tanah.
  • Selama cuaca sangat panas, unta lebih menentukan untuk berjalan daripada bangun atau duduk.
    Unta bisa menendang semua kaki mereka dalam 4 arah. Kaprikornus hati-hati dikala mereka sedang marah.
    Suku nomaden yang hidup di padang pasir Afrika minum susu unta.
  • Susu unta juga dibentuk menjadi yoghurt, mentega, dan keju. Daging unta dan bahkan darah dianggap sebagai hidangan yummy di beberapa negara di Timur Tengah.
  • Bulu unta juga merupakan komoditas berharga di negara-negara tersebut dan dipakai untuk menciptakan pakaian dan karpet.

Tips Merawat Bajing Terbang, Binatang Jinak, Imut Dan Lucu

Mengenal Binatang Kecil Berkantung, Tupai Terbang (Sugar Glider), Bagaimana Cara Memeliharanya?
Merawat dan membiakkan sugar glider memang gampang-gampang susah. Sebab, meski memeliharanya tidak sulit, binatang ini simpel stres. Makanya, syarat pertama memelihara binatang ini yakni paling sedikit mempunyai dua ekor, semoga mereka bisa berteman. Jika dipelihara sendirian, biasanya binatang ini simpel stres.

Sugar Glider (Petaurus brevicep) atau yang lebih dikenal masyarakat dengan tupai terbang merupakan binatang kecil yang menyerupai tupai kecil tetapi mempunyai kantung menyerupai kanguru dan koala. Julukan Sugar Glider alasannya binatang kecil tersebut merupakan penggemar masakan manis dan mempunyai membran peluncur pada kakinya sehingga bisa terbang. Habitat orisinil binatang ini berada di hutan belantara sehingga sanggup ditemukan di Papua, Papua Nugini, Australia dan Tasmania. Namun sekarang penyebarannya sudah cukup luas di dunia alasannya banyak peminatnya, bahkan sudah dikembangbiakkan. Sekitar 90% Sugar Glider di dunia berasal dari Papua, Indonesia. Sebab Pemerintah Australia yang juga mempunyai Sugar Glider melarang binatang mereka diperjualbelikan ke luar negeri.
Harga binatang ini tergantung dari asalnya. Anakan hasil pembiakan dihargai hingga Rp 750.000 per ekor. Sebab, sugar glider hasil pembiakan biasanya lebih jinak sehingga memudahkan dalam proses bonding atau menjalin ikatan dengan pemiliknya. Adapun sugar glider hasil tangkapan butuh waktu usang menjinakkan, harganya antara Rp 350.000 hingga Rp 450.000.
Jenis.
Karena simpel bersahabat, berwajah imut dan lucu, simpel dibawa, perawatan simpel dan minim biaya pemeliharaan tak heran Sugar Glider sangat digemari sebagai binatang peliharaan. Adapun jenis Sugar Glider hanya dibedakan berdasar warna bulu yang dimilikinya.

Lokasi.
Lokasi ternak Sugar Glider bisa di mana saja baik dataran rendah maupun tinggi. Khusus untuk joey Sugar Glider (anakan) jagalah lingkungan sekitar supaya jangan terlalu dingin. Tentu keadaan ini bisa disiasati dengan penggunaan tisu, kapas atau pouch supaya anakan tetap hangat.

Kandang.
 Jenis sangkar yang digunakan bisa berupa sangkar hamster setinggi 40 cm yang terbuat dari jeruji besi. Siapkan kelengkapan dalam sangkar menyerupai ganjal kandang, contohnya pasir atau serbuk gergaji, pouch, hiding box dan ranting kayu. Jangan lupa siapkan daerah makan dan minum Sugar Glider. Sediakan hiding box dari materi batok kelapa atau sarang burung, sebagai daerah Sugar Glider tidur atau pouch dari materi kain, alasannya Sugar Glider terbiasa tidur di atas pohon.

Indukan.
 Sugar Glider dinyatakan cukup umur kalau umurnya sudah 10 bulan ke atas. Meski bahwasanya sudah matang/dewasa kelamin pada umur 8-9 bulan, tetapi Sugar Glider betina dilarang pribadi dikawinkan alasannya pertumbuhannya belum maksimal, simpel stress bahkan bisa memakan anaknya sendiri. Pilih indukan yang bermata jernih tidak sayu, bulu bagus, tidak ada cacat, tidak ada luka, lincah, mau makan, hidung berwarna pink (jangan yang putih pucat).

Penjodohan.
Proses penjodohan sangat simpel dilakukan. Cukup dengan menggabungkan jantan betina dalam satu kandang. Dari sana si jantan akan segera mengetahui apakah si betina sedang masa subur atau tidak. Masa subur betina berlangsung selama 20 hari. Jika si betina sedang masa subur, maka si jantan akan mencium-cium si betina, kelenjar amis betina juga akan digesek-gesek si jantan, dan barulah mereka kawin. Tanda cukup umur kelamin jantan yakni pitak (unyeng-unyeng) pada cuilan kepala. Jika si jantan ingin kawin, maka ia akan merontokkan bulunya dengan menggesek-gesek bulu hingga rontok dengan tangan yang lembap bekas liurnya.

Dari proses kawin hingga anakan lahir hanya memakan waktu sekitar 16 hari. Dalam setahun, betina Sugar Glider bisa 3 kali kawin. Dari satu ekor betina bisa melahirkan anakan 1-3 ekor sekali lahir. Anakan Sugar Glider lahir biasanya pada pagi dan siang hari. Jika mendekati waktu lahir, indukan betina biasanya akan menyendiri. Begitu anaknya keluar, maka indukan betina akan menjilati jalan keluar bayinya hingga kantung. Selanjutnya anakan akan merangkak naik menuju kantung. Ciri Sugar Glider yang telah melahirkan, yakni kantung lembap dan terdapat benjolan. Anakan Sugar Glider tersebut akan berada dalam kantung indukan selama dua bulan.

Pemberian Pakan.
Sugar Glider merupakan binatang omnivora (pemakan flora dan hewan) dan penyuka masakan manis. Jenis makanannya bisa berupa sayur, buah, bunga, nectar dan serangga (jangkrik, ulat hongkong, ulat jerman). Bisa juga berupa bubur bayi, protein booster, yoghurt, Bee Polen, kalsium, tepung serangga dan susu khusus. Makanan berupa serangga bisa disubstitusi dengan ayam rebus.

Pemeliharaan.
Ingat, jangan hanya diberi pakan saja tanpa diajak berinteraksi. Pemilik harus sering mengajaknya main dan keluar sangkar serta bertemu banyak orang, semoga ketika bertemu dengan orang lain tidak takut hingga menimbulkan bunyi mendesis (crabbing). Selain itu, Sugar Glider bisa lebih mengenal sang pemilik dengan cara dekatkan baju yang pernah digunakan semoga ia mengenali amis tubuh kita. Jika Sugar Glider sudah familiar, maka tidak akan galak dengan pemilik. Kemudian semoga pemilik nyaman dan kondusif bermain dengan Sugar Glider, sebaiknya lakukan pemotongan kuku Sugar Glider setiap dua ahad sekali. Bersihkan sangkar seminggu sekali semoga kesehatan Sugar Glider tetap terjaga dengan baik. Sugar Glider juga tidak perlu dimandikan atau dijemur di bawah sinar matahari.

Sugar Glider yang gres keluar kantung, wujudnya masih menyerupai tikus yang gres lahir, belum mempunyai bulu dan gres mempunyai corak merah hitam. Seminggu kemudian sudah tumbuh bulu halus. Setelah umur 10-12 hari pasca-keluar kantung, barulah matanya terbuka (melek). Umur tiga ahad Sugar Glider mulai berguru makan dan pada umur sebulan sudah bisa makan. Ketika umur 1,5 bulan joey sudah bisa disapih. Selang seminggu barulah siap jual.
Tips Cara Menjinakkan Sugar Glider. Sugar Glider merupakan binatang yang bersifat sosial sehingga bisa dilatih untuk dekat dengan pemiliknya. Pada hari pertama sugar glider datang di rumah, sebaiknya dibiarkan dulu selama 1-2 hari untuk mengikuti keadaan dengan lingkungan sekitarnya sehingga ia tidak merasa absurd lagi. Sugar glider juga bisa diletakkan di ruangan di mana kita bisa melaksanakan acara sehari-hari . Setelah terbiasa, kita bisa mulai mencoba untuk mengatakan ‘treat’ berupa jangkrik atau ulat. Setelah terlihat lebih hening perlahan masukkan tangan ke dalam kandang, dan masakan diletakkan di atas telapak tangan hingga SG mau menghampiri. Biasanya pada siang hari ketika tidur, SG lebih tidak aktif. Perlahan masukkan tangan dan lihat reaksi SG. Jika tidak ada reaksi mengancam, perlahan2 sentuh cuilan tubuh SG (dielus perlahan). Cara lain yakni dengan mengatakan ?kantung? untuk SG, bisa dari kaos kaki. SG sangat suka bersembunyi di dalamnya. Setelah itu kita bisa membawa SG di dalam kantong tersebut melaksanakan acara sehari2 kita. SG bisa diletakkan dalam kantong celana yang tidak terlalu ketat. Intinya dibiasakan semoga SG kenal dengan amis kita, dan pada ketika tidur itu ia merasa cukup tenang. Setelah terbiasa SG biasanya akan lebih ?jinak? dan bisa diajak bermain.
Perbedaan Sugar Glider Dengan Tupai Biasa
Hewan sugar glider dan tupai terbang merupakan jenis yang berbeda. Sekilas tampang binatang yang berjulukan latin Petaurus breviceps ini menyerupai tupai. Dengan membran kulit yang menghubungkan kaki-kakinya, banyak juga orang yang salah mengiranya sebagai tupai terbang. Membran sugar glider memang bisa digunakan untuk meluncur menyerupai layaknya tupai terbang.

Cuma, kedua binatang bahwasanya berada di dua kelas yang terpisah. Tupai terbang, dengan aneka macam jenisnya, masuk kelas binatang pengerat (rodentia). Adapun sugar glider masuk kelas binatang berkantung (marsupialia) menyerupai kanguru.

Tubuhnya kecil, hanya sekepalan tangan orang dewasa. Matanya lingkaran hitam, hidungnya lingkaran merah. Ekor sepanjang badannya. Yang lebih unik, ada membran kulit di sisi tubuhnya yang menghubungkan kaki-kakinya.

Itulah sugar glider. Saat ini, ‘si peluncur gula’ tengah menjadi binatang peliharaan eksotis yang banyak diminati orang. Tampangnya yang unyu-unyu, serta karakternya yang setia, menarik banyak orang untuk memeliharanya.

Sugar glider memang hanya bisa ditemui di Australia, Papua Nugini, dan Papua. Disebut sugar glider alasannya ia suka meluncur atau gliding dengan membran kulitnya dari satu pohon ke pohon yang lain untuk mencari masakan yang manis. Di habitat aslinya, tupai gula sangat menggemari nektar atau serbuk sari bunga serta buah-buahan. “Ia kadang juga makan serangga. Sehingga dikategorikan sebagai binatang omnivora,’ ujar July Kadewi, breeder atau pembiak sugar glider.

Merawat dan membiakkan sugar glider memang gampang-gampang susah. Sebab, meski memeliharanya tidak sulit, binatang ini simpel stres. Makanya, syarat pertama memelihara binatang ini yakni paling sedikit mempunyai dua ekor, semoga mereka bisa berteman. Jika dipelihara sendirian, biasanya binatang ini simpel stres.

Anakan Laku
Harga binatang ini tergantung dari asalnya. Anakan hasil pembiakan dihargai hingga Rp 750.000 per ekor. Sebab, sugar glider hasil pembiakan biasanya lebih jinak sehingga memudahkan dalam proses bonding atau menjalin ikatan dengan pemiliknya. Adapun sugar glider hasil tangkapan butuh waktu usang menjinakkan, harganya antara Rp 350.000 hingga Rp 450.000.

Si peluncur gula harus dibiarkan dulu dalam sangkar selama beberapa hari. Setelah terbiasa, pemilik bisa mengatakan masakan dengan tangannya. Kalau sudah terbiasa dengan amis pemilik, gres binatang menyusui ini bisa dipegang dan diangkat keluar dari sangkar untuk diajak bermain dan jalan-jalan.
Pemilik bisa memasukkan sugar glider ke kantong baju atau celana yang tidak terlalu ketat. Kalau sudah akrab, binatang ini bahkan menganggap kantong pemiliknya sebagai shelter dan sangat senang diajak jalan-jalan. “Makanya,sugar glider disebut juga pocket pets,” ungkap July.

Sugar glider cukup senang diberi sangkar hamster yang banyak tersedia. Harganya sekitar Rp 100.000-an. Cuma, pilih sangkar yang tinggi atau memanjang ke atas. Sebab, sugar glider senang memanjang dan meluncur. “Kandang sebaiknya juga dipasangi dahan atau ranting,” katanya.

Di sangkar juga harus ada sarang. Bahannya bisa dari pot keramik yang dilubangi, batok kelapa, kayu berlubang, dan pipa paralon. Sarang penting semoga binatang ini bisa beristirahat di siang hari tanpa gangguan sinar matahari. Maklum, sebagai binatang nocturnal, sugar glider aktif di malam hari.

Makanan utama sugar glider yakni buah-buahan menyerupai pisang, apel, mangga, pepaya, melon, semangka, dan lainnya. Cuma, alasannya membutuhkan protein, binatang ini juga harus diberi serangga menyerupai ulat, jangkrik, dan belalang. Di alam liar, usia si tupai gula hanya hingga 6 tahun. Jika dipelihara dengan asupan nutrisi yang tepat, “Ia bisa hidup sampai15 tahun,” ujar July.

Setelah betina berumur setahun, sugar glider bisa dikawinkan. Betina mengandung selama 15 hari–17 hari. Setelah lahir, bayi yang disebut joey akan menyusu dan hidup di kantung ibunya selama 4 bulan. Setelah itu, joey gres bisa keluar.
Dalam setahun, betina sugar glider bisa melahirkan 2 kali atau lebih, tergantung perawatan. Tiap melahirkan hanya 1 atau 2 joey yang lahir. Harga joey hasil pembiakan sekitar Rp 600.000–Rp 750.000. 

Kandang Wajib Nyaman
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memelihara sugar glider antar lain:

1. Kandang
Prinsipnya, sangkar yang digunakan semakin besar dan tinggi akan semakin manis alasannya sugar glider sangat menyukai acara memanjat dan melompat. Ukuran sangkar bisa digunakan dengan ukuran jeruji yang cukup kecil (< 1,2cm) untuk mencegah sugar glider kabur dari kandang. Di dalam sangkar sebaiknya diletakkan cabang/dahan-dahan pohon untuk sugar glider bisa memanjat dan bermain-main. Sebaiknya hindari dahan yang diambil dari tumbuhan yang menghasilkan getah alasannya bisa membahayakan kesehatan dari binatang ini. Selain itu bisa diletakkan kotak sarang untuk sugar glider bisa bersembunyi, bahannya bisa dar apa saja , antara lain pot keramik yang dilubangi, kayu berlubang, pipa paralon,dll. Selain itu sangkar bisa dilengkapi dengan mainan menyerupai ‘wheel’untuk hamster dan mainan- mainan lainnya.

Kandang bisa diletakkan di dalam maupun di luar ruangan, hanya saja hindari penempatan sangkar dalam ruang ber-ac. Jika diletakkan di dalam, sangkar harus sering dibersihkan untuk menghindari amis yang tidak yummy (biasanya dari teritorial marking jantan). Jika sangkar yang digunakan tidak terlalu besar, biarkan sugar glider untuk bermain-main di luar sangkar setiap hari selama beberapa menit (dalam hal ini sudah harus jinak dahulu) dan kalau bisa diletakkan di daerah yang cukup tiggi menyerupai di atas meja.

2. Makanan dan minuman
Sugar glider juga membutuhkan minuman. Air higienis harus disediakan sepanjang hari, bisa diletakkan dalam wadah kecil yang berat sehingga tidak simpel tumpah pada ketika sugar glider bermain2. selain itu masakan yang diberikan bisa berupa buah-buahan dan serangga. Buah yang bisa diberikan menyerupai pepaya, pisang, anggur, melon, apel, pear, dll sangat disukai oleh sugar glider. Hindari buah yang berasal dari jenis jeruk, alpukat, dan bangsa bawang-bawangan alasannya bisa membahayak kesehatan sugar glider. Selain itu bisa juga diberikan umbi-umbian menyerupai bengkoang, wortel rebus, ubi rebus. Sugar glider setiap hari membutuhkan protein dalam jumlah yang cukup besar (mencapai 40%). Oleh alasannya itu kalau mengatakan buah2an bisa diberi perhiasan berupa serangga (jangkrik, belalang) dan ulat untuk memenuhi kebutuhan proteiinnya. Jenis masakan yang diberikan sebaiknya bervariasi. Misalnya di lakukan rotasi setiap 3 hari, yaitu buah dengan serangga, sayur (wortel rebus) dengan ulat, dan cat food. Jenis ini selalu diberikan secara bergilir untuk memenuhi kebutuhannya. Jika mendapat diet yang benar sugar glider akan hidup dengan sehat. Hindari mengatakan vitamin kepada sugar glider alasannya hal ini bisa mengakibatkan sugar glider menjadi bau.

3. Menjinakkan Sugar Glider
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, SG merupakan binatang yang bersifat sosial sehingga bisa dilatih untuk dekat dengan pemiliknya. Pada hari pertama sugar glider datang di rumah, sebaiknya dibiarkan dulu selama 1-2 hari untuk mengikuti keadaan dengan lingkungan sekitarnya sehingga ia tidak merasa absurd lagi. Sugar glider juga bisa diletakkan di ruangan di mana kita bisa melaksanakan acara sehari-hari . Setelah terbiasa, kita bisa mulai mencoba untuk mengatakan ‘treat’ berupa jangkrik atau ulat. Setelah terlihat lebih hening perlahan masukkan tangan ke dalam kandang, dan masakan diletakkan di atas telapak tangan hingga SG mau menghampiri. Biasanya pada siang hari ketika tidur, SG lebih tidak aktif. Perlahan masukkan tangan dan lihat reaksi SG. Jika tidak ada reaksi mengancam, perlahan2 sentuh cuilan tubuh SG (dielus perlahan). Cara lain yakni dengan mengatakan ?kantung? untuk SG, bisa dari kaos kaki. SG sangat suka bersembunyi di dalamnya. Setelah itu kita bisa membawa SG di dalam kantong tersebut melaksanakan acara sehari2 kita. SG bisa diletakkan dalam kantong celana yang tidak terlalu ketat. Intinya dibiasakan semoga SG kenal dengan amis kita, dan pada ketika tidur itu ia merasa cukup tenang. Setelah terbiasa SG biasanya akan lebih jinak dan bisa diajak bermain.

Sumber: @jitunews http://www.jitunews.com/ dan sumber lainnya
 
Apa Itu Tupai Terbang?



Nama: Glaucomys volans
Harapan hidup: 10-12 tahun
Panjang: 20-25 cm, termasuk ekor
Berat: 56–85 gram


Terdapat banyak spesies tupai terbang, salah satu yang cukup populer yakni Southern Flying Squirrel/Glaucomys volans. Nama Glaucomys volans sendiri berasal dari bahasa Yunani ( Glauko = abu-abu, mys = tikus, volans = terbang) yang kalau diartikan yakni tikus abu-abu yang bisa terbang.

Meskipun demikian, tupai terbang bahwasanya tidak bisa terbang menyerupai burung. Hanya satu mamalia yang benar-benar sanggup terbang, yaitu kelelawar. Tupai terbang hanya bisa melayang (glide) dari satu pohon ke pohon lainnya ataupun meluncur dari pohon ke tanah tanpa harus mengalami cedera. Kemampuan melayang mereka cukup mengagumkan, pernah tercatat bisa menempuh jarak hingga 90 meter jauhnya. Tupai terbang memakai pergelangan tangan mereka sebagai kemudi, sedangkan ekor berbulu mereka digunakan untuk keseimbangan dan rem sebelum pendaratan. VIDEO : Tupai Terbang


Tupai terbang mempunyai bulu sangat tebal dengan mata gelap yang sangat besar, alasannya tupai terbang yakni binatang nokturnal (aktif ketika malam). Di cuilan sisi tubuh mereka di antara kaki depan dan kaki belakang terdapat membran tipis menyerupai kulit ditutupi bulu yang digunakan untuk melayang.

Keluarga tupai terbang mempunyai banyak jenis yang tersebar di dunia. Diketahui terdapat 15 genus tupai terbang : Aeretes, Aeromys, Belomys, Biswamoyopterus, Eoglaucomys, Eupetaurus, Glaucomys, Hylopetes, Iomys, Petaurillus, Petaurista, Petinomys, Pteromys, Pteromyscus, dan Trogopterus. Yang terbesar yakni spesies tupai terbang berbulu (Eupetaurus cinereus).
Resume Perbedaan Tupai Terbang dan Sugar Glider

Saat ini, tupai terbang dan sugar glider banyak diperdagangkan sebagai binatang peliharaan. Meskipun mempunyai tampilan fisik yang mirip: mata besar, cuilan perut berwarna putih, dan membran di sisi tubuh yang sanggup digunakan untuk melayang, tupai terbang dan sugar glider yakni berasal dari 2 subclass berbeda, mereka hanya berkerabat jauh bukan satu keluarga. Tupai terbang masuk dalam subclass binatang berplasenta, yaitu binatang yang semasa janin berkembang dalam plasenta di dalam tubuh induknya. Sedangkan sugar glider masuk dalam subclass marsupalia (hewan berkantung), sama halnya menyerupai kangguru dan koala, dimana janin dikeluarkan dari tubuh sang induk dengan ukuran sangat kecil untuk selanjutnya berkembang dan menyusui di dalam kantong induknya.


Sugar Glider
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mamalia
Subclass: Marsupialia (hewan berkantung)
Ordo: Diprotodontia
Family: Petauridae
Genus: Petaurus
Spesies: breviceps


Tupai Terbang
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mamalia
Subclass: Eutheria (hewan berplasenta)
Ordo: Rodentia (hewan pengerat)
Family: Sciuridae (tupai)
Subfamily: Pteromyinae (tupai terbang)
Genus: Glaucomys
Spesies: volans

Dari aneka macam sumber